HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CAREER

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 3.219.167.194
Pengunjung : 678.797


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



Taman Kanak-Kanak: Tempat Bermain atau Belajar?


Selasa; 21 May 2013 [Admin, TARAKANITA JAKARTA] - Artikel Umum

“Saya memilih TK Tarakanita 5 karena puteri saya difasilitasi sungguh untuk bermain”, demikian kisah Bp. Edward menceritakan mengapa memutuskan membawa Vyasa, puterinya, ke TK Tarakanita 5 Jakarta. “Selain itu, dibandingkan dengan banyak TK lainnya, TK Tarakanita 5 memberikan pembelajaran value yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak”, tambahnya.

Bp. Edward Andriyanto Soetardhio, M.Psi merupakan satu dari sekian banyak orang tua yang hadir dalam Pertemuan Orang Tua dan seminar di TK Tarakanita 5. Ayah dari Vyasa Ekadanta Soetardhio ini sempat berdiskusi banyak hal berkaitan dengan perkembangan anak pra-sekolah (usia 3-6 tahun) sebelum acara pertemuan dan seminar dimulai. Beliau juga dengan antusias mengisahkan bagaimana dulu berani memutuskan membawa putrinya itu ke TK Tarakanita.

Ketika berkunjung ke TK dan bertemu dengan Sr. Auxiline CB, beliau memang bertanya mengenai kegiatan anak-anak di TK Tarakanita untuk memastikan apakah Tarakanita sudah mengajarkan baca-tulis-hitung secara khusus atau belum. Sempat sedikit ragu, mengingat banyak sekali orang tua yang menanyakan hal yang sama, Sr. Auxi menjawab, “Tidak Pak, di Tarakanita kami tidak mengajari anak untuk membaca, menulis, dan menghitung. Kami baru mengajak anak-anak untuk mengenalnya, itupun melalui berbagai metode permainan.”

Sebagai seorang psikolog klinis anak, Pak Edward memang memberikan perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan anak usia dini. Menurutnya, perkembangan anak dapat diidentifikasi berdasarkan: perkembangan fisik  (pertumbuhan dan perubahan bentuk tubuh, asupan nutrisi, kesehatan gigi, pola dan masalah tidur, keterampilan motorik, serta kesehatan dan keselamatan), perkembangan kognitif (fungsi simbolik, hubungan spatial, hubungan sebab-akibat, memahami identitas, memahami kategorisasi persamaan dan perbedaan, memahami angka, egosentrisme dan konservasi), perkembangan bahasa (memori dan kemampuan bicara, bertambahnya perbendaharaan kata, melakukan interaksi sosial, mulai mengenal huruf dan tulisan), perkembangan psikososial (pengenalan konflik, penilaian harga diri, memahami emosi, memahami identitas gender, bermain, kontrol diri melalui pola asuh, serta kemampuan menjalin relasi dengan anak lain.

Pembelajaran di TK memang seringkali mendatangkan ruang diskusi yang sangat menarik, terlebih jika berhadapan dengan kebutuhan (baca: keinginan) orang tua sebagai customer. Tuntutan yang mengatasnamakan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus pula diadopsi oleh anak-anak sejak usia dini dengan lancar membaca dan menulis. Hal tersebut setidaknya yang menjadi salah satu pertimbangan banyak orang tua memilih sekolah TK, tak terkecuali untuk TK-TK Tarakanita. Persoalan dilematisnya adalah akankah Tarakanita tetap setia pada metode pembelajaran sesuai pola asuh dan kebutuhan anak-anak atau menuruti kemauan, kehendak, dan keinginan banyak orang tua?

Salah satu unsur penting dari analisis strategi pemasaran khususnya berkaitan dengan TK adalah penetapan positioning dan diferensiasi. Jika segmen customer memang ditetapkan sejak awal bagi anak-anak usia dini, kiranya metode pengenalan membaca dan menulis serta menghitung melalui permainan tetap dapat dijadikan sebagai diferensiasi atau pembeda yang mencirikhaskan Tarakanita.

Diskusi semakin menarik ketika Bp. Dr. Agustinus Kunarwoko selaku moderator memberikan kesempatan kepada para orang tua untuk memberikan tanggapan dalam bentuk sharing pengalaman dalam mendampingi dan mendidik anak-anak mereka. Sharing tersebut merupakan media saling berbagi pengetahuan dan juga pengalaman bagaimana para orang tua membangun relasi dan komunikasi dengan anak-anak di rumah. Mulai dari aktivitas dan kebiasaan anak-anak, tips-tips mengolah emosi anak, tips-tips untuk membatasi keinginan konsumtif, sampai pada kesulitan dan kekhawatiran orang tua mengenai tuntutan baca-tulis.

Banyak inside yang bisa dipetik bersama, misalnya mengenai hukuman terbaik bagi anak-anak yang sudah bisa diperhatikan adalah diabaikan, kebiasaan anak dipukul hanya akan membuat mereka kebal terhadap pukulan, bermain peran membuat anak-anak belajar berempati, serta cara paling awal menumbuhkan kemampuan baca-tulis bagi anak-anak adalah menumbuhkan minat/ketertarikan mereka terhadap huruf/tulisan. Dengan saling berbagi itulah para orang tua merasa semakin dikuatkan dan diteguhkan terutama dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak mereka. *ASK





Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :